PERINGATAN MAULID NABI

Dasar Peringatan Maulid Nabi SAW

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا… اْلاَ يَةَ (يونس :58)

“Katakanlah (hai Muhammad): Dengan karunia Allah dan Rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergebira. “ (QS. Yunus : 58).

•ومَا اَرْسَلْنَاكَ اِلّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ (الانبياء : 107)
•“Aku mengutus engkau (Muhammad) hanyalah sebagai rahmat bagi sekalian alam.” (QS. Al-Anbiya’ : 107)

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ اْلأَنْصَارِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ. (رواه مسلم, 1977).

“Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari, bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang puasa hari Senin. Maka beliau menjawab, “Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.”  (HR. Muslim [1977])

Kata Ibnu Taimiyyah

menyelenggarakan maulid itu pahalanya besar

فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ وَاتِّـخَاذُهُ مَوْسِـمًا قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النَّاسِ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَسَلَّم كَمَا قَدَّمْتُهُ لَكَ (الشيخ ابن تيمية, اقتضاء الصراط المستقيم, ص/297).

“Jadi, mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai tradisi tidak jarang dilakukan oleh sebagian orang, dan ia memperoleh pahala yang sangat besar karena tujuannya yang baik serta sikapnya yang mengagungkan Rasulullah r sebagaimana telah aku jelaskan sebelumnya.” (Syaikh Ibn Taimiyyah, Iqtidha’ al-Shirath al-Mustaqiim, hal. 297).

Malaikat Jibril memerintahkan Nabi r menunaikan shalat dua rakaat di Betlehem, lalu ia bertanya: “Tahukah kamu, di mana kamu menunaikan sholat?” Nabi r menjawab: “Tidak tahu.” Ia berkata: “Kamu sholat di Betlehem, tempat Isa dilahirkan.”

Rasulullah r ditanya mengapa berpuasa pada hari Senin, lalu menjawab: “Pada hari Senin aku dilahirkan dan diturunkan wahyu kepadaku.”

Ketika Rasulullah r datang ke Madinah, kaum Yahudi sedang berpuasa Asyura. Rasulullah r bertanya: “Hari apa kalian berpuasa ini?” Mereka menjawab: “Ini hari agung, Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, lalu Musa berpuasa karena bersyukur kepada Allah, kami juga berpuasa.” Rasulullah r : “Kami lebih berhak mensyukuri Musa dari pada kalian.” Lalu Rasulullah r berpuasa dan memerintahkan umatnya berpuasa.

Hadits di atas memberikan faidah, disyariatkannya bersyukur atas karunia Allah pada hari tertentu, dengan bersyukur pada hari tersebut setiap tahunnya dengan beragam ibadah seperti sholat, puasa, sedekah, membaca al-Qur’an. Tentu saja, lahirnya Nabi r adalah kenikmatan terbesar yang seyogianya disyukuri setiap tahun.

Nabi r melakukan aqiqah untuk dirinya setelah menjadi nabi, pada beliau telah diaqiqahi oleh kakeknya, Abdul Mutthalib, pada hari ketujuh kelahirannya. Hal ini menjadi dalil maulid Nabi r.

AL-IMAM ABU SYAMAH, GURU AL-IMAM AN-NAWAWI DAN PEMBERANTAS BID’AH

Maulid Nabi saw adalah bid’ah terbaik setiap tahun.

IBNU TAIMIYAH

Mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai tradisi, pahalanya agung, karena tujuannya baik dan mengagungkan Rasulullah saw dalam kitab iqtidha u shirotol mustaqim

MWC PRAMBON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: