KEGIATAN LD NU MWC PRAMBON

Bismillahirrahmanirrahiem

Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Salawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang membawa risalah Islam yang memberi petunjuk kepada kita sampai hari ini.

NU hadir untuk memelihara dan mempertahankan Islam ala ahlussunnah wal jamaah maupun untuk mengemban tanggungjawab kultural untuk menyangga tradisi. Selain itu juga untuk menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila yang oleh almaghfurlah KH. Achmad Shiddiq pada Muktamar ke-27 tahun 1984 dirumuskan sebagai “Hasil Final Perjuangan Umat Islam.” Hal itu juga ditegaskan dalam AD/ART PBNU Bab 2 Pasal 6 Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Nahdlatul Ulama berasas kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pertemuan Alim Ulama NU yang diprakarsai oleh K.H. Masjkur di Cipanas Jawa Barat pada akhir tahun 1953 mengukuhkan kedudukan pimpinan negara menjadi Waliyal Amri Addharuri Bis Syaukati merupakan keputusan yang berlandaskan hukum fiqh. Diakuinya pimpinan negara “tidak dipilih oleh ulama yang berkompeten untuk itu (ahlul halli wal ‘aqdi) sehingga tidak sepenuhnya memiliki keabsahan di mata hukum fiqh. Namun kekuasaannya tetap harus efektif, karenanya ia berkuasa penuh.” Karena pemerintah menjalankan kepentingan umat Islam — melalui wewenang yang ada pada Menteri Agama — maka ulama harus memberikan penegasan tentang keabsahan pimpinan negara.

Sejarah dan waktu telah membuktikan kesetiaan dan kecintaan NU pada bangsa dan Negara. Melalui tokoh muda cerdas KH Wahid Hasyim (Putra pendiri NU KH Hasyim As’ari dan Ayah Gus Dur) yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI beliau telah mengukir sejarah negeri ini pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950an, NU juga menolak terlibat dalam pemberontakan Darul Islam (DI/TII) untuk mendirikan negara Islam. Sebaliknya, NU mendukung negara Pancasila yang dipimpin oleh Bung Karno. NU juga menolak dan bahkan harus berjibaku melawan pemberontakan PKI 1965.

Dan dewasa ini, ditengah munculnya ideology esktrim, NU akan tetap mengambil jalan tengah (ummat wasathan), karena ini merupakan jalan Islam yang sesungguhnya, sebagaimana Firman Allah.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikianlah aku menciptakanmu sebagai umat yang (moderat, adil), agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatanmu.” (QS: Al Baqarah 143).

Segenap jajaran NU baik dari unsur kepengurusan organisasi mulai tingkat nasional sampai ranting-ranting pedesaan di seluruh Nusantara maupun di lapisan budaya terutama pesantren, para kiai pengasuh dan kalangan ulama, jaringan tariqah, serta jaringan-jaringan budaya NU lainnya senantiasa menjaga dan memelihara pengamalan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah dan terus mencermati perkembangan dan tegaknya NKRI.

Komitmen NU pada bangsa ini tidak bisa ditawar, karena NU terlibat dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sehingga ketaatan NU pada Bangsa dan negara ini bersifat mutlak. Dalam negara ini bukan sekadar berperan sebagai stake holder (pemangku kepentingan) yang tidak memiliki peran apapun, sebagaimana sering disebut orang. Fakta sejarah telah mencatat NU turut mendirikan negara ini dengan pengorbanan harta dan nyawa, karena itu NU duduk sebagai share holder (pemilik saham) dalam NKRI ini, sehingga posisinya kuat dan memiliki tangung jawab terhadap negara ini.

Bagi NU kedaulatan bangsa dan negara itu sangat penting, hanya dengan kedaulatan itulah kita bersatu dan bisa mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan. Atas nama kemandirian atau kedaulatan itulah NU dulu berjuang melawan penjajah untuk mendirikan republik ini. NU telah banyak berbuat untuk negeri ini sejak dalam merebut kemerdekaan, menyiapkan konstitusi serta mengisi kemerdekaan hingga memelihara kesatuan dan persatuan NKRI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: